Front Bersenjata OPM (KSB) Sebarkan Video Ancaman dan Propaganda Perang

PAPUA – KILAS INDONESIA – Sebuah video berdurasi 15 menit 29 detik viral beberapa hari terakhir. Dalam video itu, 3 KSB sedang berkomunikasi melalui HT menantang perang aparat keamanan TNI-Polri, pesawat sipil dan militer termasuk mengecam Bupati Paniai.

Diperkirakan pimpinan KSB Intan Jaya di Distrik Kebo, Kabupaten Paniai yang sedang berkomunikasi. Sedangkan seorang lagi membawa senjata api laras pendek jenis revolver dan satu orang merekam.

BACA JUGA:  Ramadhan di Perbatasan, Satgas Yonif 642/Kapuas Laksanakan Ibadah Bersama Warga

Dalam video itu, terungkap beberapa hal antara lain, permintaan semua senjata di Kampung Magataga dibawa ke Kabupaten Paniai terkait rencana aksi mereka di Distrik Kebo, Kabupaten Paniai.

Mereka juga berencana melakukan gangguan terhadap kampung halaman Bupati Paniai, Meki Fritz dan Frans Nawipa serta akan membunuh orang di Enarotali. Hal ini dipicu oleh Bupati Paniai dan keluarganya yang dianggap tidak bertanggung jawab atas uang mereka sebesar Rp 2,35 Miliar.

BACA JUGA:  Kodim 1711/BVD Bareng Puskesmas Kawagit Sosialisasi Pencegahan Bahaya Stunting

Mereka juga mengancam akan membuat perang di Enarotali dengan menembak pesawat, baik pesawat sipil maupun helikopter TNI-Polri. Bahkan mereka juga memerintahkan menculik seorang gadis dan membunuh anak-anak.

Sampai dengan saat ini, pihak Kodam XVII/Cenderawasih dan Polda Papua masih terus melakukan pendalaman dan identifikasi terhadap 3 KSB di dalam video tersebut yang diperkirakan anggota KSB Intan Jaya.

BACA JUGA:  Pemdes Wayo Kembali Salurkan BLT-DD, Ini Harapan Sofyan Hasan

Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa saat dihubungi lewat sambungan telepon pada Kamis (18/3/2021) mengatakan video ini menjadi bukti dan fakta bahwa KSB sebagai Front Bersenjata OPM selama ini sering melakukan perbuatan intimidasi dan teror mulai pembakaran pesawat Mission Aviation Fellowship (MAF) di Kampung Pagamba, pembakaran tower BTS milik PT Telkom di Puncak, pembakaran 1 unit rumah masyarakat, penembakan terhadap masyarakat sipil khususnya pendatang, pembacokan terhadap tukang ojek dan penyerangan terhadap aparat keamanan di wilayah Sugapa. Selain itu, front politik dan front klandestinnya juga aktif beraksi khususnya di dunia maya.

“Untuk itu, TNI-Polri akan melakukan tindakan tegas kepada KSB sebagai upaya penegakan hukum dan aturan serta menjaga kedaulatan negara, sehingga terwujud Papua yang damai dan sejahtera,” tegasnya.

BACA JUGA:  Aksi Bersih Pantai, Langkah Konkret Menjaga Ekosistem Laut

Kolonel Sutriastawa mengungkapkan, ada 2 pilihan bagi KSB, pertama kembali kepangkuan ibu pertiwi dan bersama-sama komponen bangsa lainnya ikut membangun serta mensejahterakan Papua.

“Kedua, apabila tetap melakukan aksi terornya maka kami pastikan TNI-Polri akan memburu dan melakukan tindakan tegas kepada mereka,” tegas Kolonel Suriastawa. (AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.