Daerah  

Genjot Hasil Tani, Dinas Pertanian Halsel Kuker di Dua Kecamatan

HALSEL, MALUT – Setelah dilantik menjadi kepala dinas pertanian oleh Bupati Halmahera Selatan, Bahrain Kasuba, Agus Heriawan, M.Si, langsung melakukan kunjungan kerja (Kunker) di beberapa Desa yang ada di Wilayah Bacan Timur Tengah.

Agus Heriawan menuturkan, berdasarkan hasil assesment beberapa hari yang lalu, dan dikesempatan pertama langsung turun lokasi mengunjungi para petani di  Desa Tawa hingga Desa Tomara.

“Potensi Sumber Daya Alam (SDA) terutama Kelapa dan Pala sangat melimpah, oleh karenanya saya meninjau langsung serta berdialog dengan para petani sehingga mengetahui kebutuhan mereka,” jelas Kadis Pertanian Halsel.

BACA JUGA:  Cara Unik, Satgas Yonif MR 413 Kostrad Berikan Wawasan Kebangsaan Kepada Anak Perbatasan RI-PNG

Selain itu, lanjut Agus, pemerintah memberikan bantuan ke petani tersebut dinilai telah tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan mereka. Di samping, selain melakukan kunjungan ke petani pengolahan Kopra dan pengolahan arang tampurung (briket), yang merupakan produk turunan dari Kelapa selain Kopra, dia juga meninjau pembuatan unit pengolahan Kopra Putih di Desa Songa Bacan Timur Tengah.

“Kini telah mencapai 75% dan bila sudah 100 % nantinya akan diresmikan oleh Bupati Halmahera Selatan,” terang Agus.

BACA JUGA:  Satgas Kesehatan TNI Masuk Kampung Obati Warga Korban Gempa di Sulbar 

Sementara itu, Kabid perkebunan Halsel, Suhdan Kasuba, SP. M.Si, selaku wakil ketua bidang pertanian DPD KNPI Halsel, mengatakan Pemda Halsel berkomitmen akan melakukan perbaikan kualitas hasil pengolahan Kopra yang lebih baik.

“Dengan cara memberikan pencerahan kepada petani Kopra agar dapat meningkatkan kualitas produksi Kopra sehingga nilai ekonomisnya juga akan lebih baik,” ucapnya.

BACA JUGA:  Pantau Vaksinasi Purnawirawan Dan Ibu Persit, Danramil 07/Teluk Keramat Katakan Ini

Bupati Halmahera Selatan, Bahrain Kasuba, S.Pd, M.Pd, lewat kepala dinas pertanian, menyampaikan pengolahan kopra putih yang sementara ini dibuat adalah prototipe untuk pengembangan potensi kelapa (Kopra), agar kedepannya pemberdayaan atau peningkatan ekonomi masyarakat di masa Pandemi Covid-19 lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.