Ilmu Sejarah dan Pemdes Tiowor Kembali Bahas Program MBKM

TERNATE, MALUT – Setelah kembalinya peserta Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) program studi Ilmu Sejarah Unkhair awal Februari kemarin, para dosen Ilmu Sejarah Unkhair bersama pemerintah Desa Tiowor yang di hadiri langsung oleh Pak kepala desa Tiowor Iskandar Hi. Karim, kembali mengevaluasi dan membahas program kelanjutan MBKM program studi Ilmu Sejarah Unkhair di Desa Tiowor, pada enam bulan ke depan.

Hal ini di sampaikan kordinator program studi Ilmu Sejarah Jainul Yusup. Menurut Jainul, kedepannya, program MBKM bakal terus berjalan dan harus tersentuh langsung kepada masyarakat.

“Yang jelas progam MBKM kita jangan terlalu banyak dan jangan muluk muluk, yang penting kena sasaran  ke masyarakat,” Jelas Jainul, Minggu (13/02/2022) di Kota Ternate.

BACA JUGA:  Duet Baru DPC Sula, Agustinus-Sinaryo Thes Siap Jaga Martabat Partai Demokrat

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Tiowor Kecamatan Kao Teluk Kabupaten Halmahera Utara, Iskandar Hi. Karim berharap program pemberdayaan yang dibuat oleh MBKM nantinya bisa sinkron dengan program yang telah dicanangkan oleh pemerintah desa.

“Pemberdayaan masyarakat disini misalnya, memberdayakan masyarakat dalam bidang ekonomi, agar masyarakat bisa mandiri, Pendampingan anak anak sekolah, agar cepat tahu baca tulis, juga pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan masyarakat.

BACA JUGA:  Jual Surat Rapid Antigen Palsu, Pria Ini Terancam 13 Tahun Penjara

Tak hanya itu, Kades juga mengatakan bahwa saat ini Indonesia lebih khususnya di Kabupaten Halmahera Utara, masih dalam menghadapi bencana non alam. Apalagi penyakit masyarakat terkait minuman keras (Miras) yang bisa merusak masa depan generasi mudah.

“Halmahera Utara belum keluar dari zona nyaman Covid-19, dan jauh lebih penting adalah kenalan remaja terutama bahaya minuman keras. Karena Miras ini masuk masih tumbuh subur, sehingga ini penting untuk dilakukan sosialisasi dan dialog bersama antara pihak kampus dalam hal ini peserta MBKM Ilmu Sejarah Unkhair dengan masyarakat,” terang Iskandar.

BACA JUGA:  Curhat Korban Filler Payudara, Cek Rutin Habis 50 Juta Rupiah

Selain program program yang disebutkan diatas, Iskandar juga berpesan agar “terus menjaga tradisi kebudayaan dan kesenian daerah, pengembangan bakat di bidang olahraga pada pemuda desa juga penting di lakukan,” tutup Iskandar.

Peliput : Mursid Puko

Editor : Nurhasna Saurangi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.