“Krimsus Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat melakukan penyelidikan seorang pelaku penjual surat keterangan rapid test antigen melalui salah satu akun Facebookny,” terang Burhanudin di Mapolres Metro Jakarta Pusat.

Menurut keterangan tersangka, surat palsu itu dijual seharga Rp70.000 untuk rapid test antigen dan Rp50.000 untuk rapid test serology.

Setelah harga disepakati oleh korban, pelaku meminta foto KTP dan berkomunikasi melalui pesan singkat.

BACA JUGA:  Yonif 642 Serahkan Barang Bukti Penyelundupan ke Beacukai

“Setelah selesai, tersangka akan mengirimkan PDF-nya kepada korban supaya bisa dicetak sendiri,” tuturnya.

Dari kasus ini, polisi menyita 10 surat palsu rapid test antigen dan tiga surat rapid test serology.

BACA JUGA:  Melintas Batas Secara Ilegal, 17 PMI Diamankan Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas

Selanjutnya, ada satu ponsel yang digunakan pelaku untuk berkomunikasi kepada pembeli, KTP tersangka, dan satu kartu ATM untuk menampung hasil penjualan surat palsu.

Tersangka pun akan dijerat Pasal 51 jo Pasal 35 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE, dengan ancaman 13 tahun penjara.(Dy)