Peduli Wilayah Pesisir, Olan Dirikan Komunitas Pelaut

TALIABU, MALUT – Wilayah pesisir memiliki sumberdaya kelautan dan perikanan dengan tingkat produktivitas hayati sangat tinggi. Untuk itu kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat menjadi isu strategis terkait pengelolaan kawasan pesisir. Sebab, isu tersebut berhubungan dengan fungsi ekonomi yang sering mengemuka dalam kehidupan masyarakat.

Hal itu dikatakan Ruslan Dumba yang biasa disapa akrab Olan kepada Kilas Indonesia. Menurutnya, seiring dengan pemanfaatan potensi kawasan pesisir untuk memenuhi fungsi ekonomi menyebabkan kawasan pesisir dihadapkan dengan permasalahan yang sangat kompleks, mulai dari aktivitas ilegal fishing, bom ikan termasuk masih maraknya penjualan telur penyu.

BACA JUGA:  Dalam 6 Bulan, Polres Tulungagung Berhasil Ungkap 86 Kasus Narkotika

“Partisipasi masyarakat mengambil peran penting dalam menjaga dan melestarikannya,” katanya.

Olan mengatakan bahwa sebagai alumni pejuang laut yang pernah terlibat dalam program pengembangan konservasi perairan, dirinya menularkan hobi peduli, dengan mengajak para sahabat yang punya semangat peduli terhadap keberlanjutan keanekaragaman sumberdaya hayati laut, bersama-sama menginisiatif mendirikan komunitas Pejuang Laut Taliabu (Pelaut).

BACA JUGA:  Wagub Klemen Tinal : Pelaku Penembakan Guru di Papua, Biadab!

“Tujuan didirikannya komunitas Pelaut adalah bisa membantu pemerintah daerah dalam rangka mewujudkan upaya pengelolaan sumber daya ikan dan lingkungannya secara berkelanjutan melalui upaya pengembangan kawasan konservasi perairan di Pulau Taliabu,” tutur lelaki yang hobi mancing ini.

Bincang-bincang para Komunitas Pejuang Laut Taliabu (Pelaut) di Liang Haya Coffee.

“Kolaborasi multi pihak mendorong semangat peduli oleh Komunitas Pelaut ini didalamnya ada Penyuluh Perikanan maupun Tenaga Pendamping Modal Usaha Kelautan dan Perikanan. Kemudian bakal bersinergi dengan Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata serta menggandeng teman-teman pendamping desa maupun teman-teman mahasiswa untuk berkolaborasi mewujudkan semangat jaga laut ditingkat desa,” jelasnya.

BACA JUGA:  Temuan BPK: Bagian Umum dan Perlengkapan Pultab Belum Pertanggungjawabkan Ratusan Juta

Untuk itu, lanjut dia, upaya perlindungan dan pelestarian ekosistem pesisir dan keanekaragaman sumberdaya hayati laut. Nelayan harus dijadikan sebagai garda terdepan ‘Menjaga Laut’.

“Masyarakat desa memiliki peran yang sangat penting dalam ‘Melindungi dan Melestarikan’ sumberdaya hayati laut, selain alasan ketergantungan hidupnya terhadap laut khususnya para nelayan. Sehingga sudah seharusnya kelompok-kelompok nelayan harus didorong sebagai pelaku utama, baik sebagai pengawas perikanan maupun penggerak konservasi,” katanya. (Mursid)

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.