Daerah  

Penegak Hukum Diminta Usut Dugaan Proyek Bermasalah di Sula

SANANA, MALUT – Beberapa organisasi yang tergabung dalam fron bersama PMII dan LMND Cabang Kepulauan Sula (Kepsul) melakukan aksi unjuk rasa didepan kantor Bupati Kabupaten kepulauan Sula, Senin (23/08/2021).

Dalam aksi tersebut mereka meminta Bupati Fifian Adeningsi Mus segera menyelesaikan persoalan kasus korupsi yang terjadi di Kepulauan Sula apad masa kepemimpinan Hendrata Thes (HT).

BACA JUGA:  Bupati Aliong Mus Bakal Dirikan Kampus di Taliabu, Ini Respon Kades Wayo

Koordinator aksi (Korlap) Fahridani Umamit kepada KilasIndonesia.id menyatakan bahwa pada tahun 2019 silam, diduga terjadi mafia proyek yang terjadi di Kepulauan Sula. Pasalanya, menurut Korlap, terdapat 22 proyek yang diduga bermasalah.

“Beberapa proyek dari tahun 2019 semuanya bermasalah juga ada penguatan proyek atau monopoli yang dilakukan oleh perusahaan milik keluarga mantan Bupati Hendrata Thes (HT). Kemudian satu perusahaan mengerjakan proyek 7-9 paket dan yang paling banyak menguasai proyek pada tahun 2019 yaitu perusahaan milik keluarga mantan bupati,” cecer Fahridani.

BACA JUGA:  Taktik Gerilya Front Bersenjata KSB Papua Mirip Kelompok Teroris MIT di Poso

Untuk itu, Fahridani berharap kepada Bupati Fifian Adeningsi Mus agar segera mengusut tuntas persoalan tersebut. Sebab kata Fahridani proyek yang diduga bermasalah itu menjadi tanggung jawab dan kewajiban pemerintah daerah saat ini tertuang dalam Peraturan pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang laporan evaluasi  penyelenggaraan pemerintah daerah

“Seharusnya pemerintah yang baik adalah pemerintah yang mampu mengelola Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) secara transparan baik dan benar demi kesejahtera  masyarakat yang ada di Sula ini,” jelasnya.

Dari data yang dikantongi, lanjut Fahridani, meminta kepada pihak penegak hukum untuk segera bertindak dan mengusut tuntas permasalahan yang terjadi di Kepulauan Sula pada masa kepemimpinan Hendrata Thes. “Kami meminta kepada Polres Kepsul secepatnya melakukan audit terkait proyek yang bermasalah di jaman HT. Karena dugaan kuat ada indikasi mafia proyek dan juga menjadi indikasi korupsi yang di lakukan oleh keluarga mantan bupati Sula (Hendrata Thes),” tegas Fahri.

BACA JUGA:  Jalan di Ibu Kota Rusak, Kadis PUPR Taliabu Cuek

Berikut 22 proyek yang diduga bermasalah diantaranya:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *