Tahun Depan Utang Pemkab Halsel Ke PT SMI Lunas 

Ka BKAD Halsel, Aswin Adam (foto:ist)

Aswin: Sisa Rp 40 Miliyar Lebih

HALSEL – Pinjaman Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan pada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) ditargetkan akan lunas pada tahun 2023. Utang tersebut merupakan warisan pemerintahan sebelumnya yang digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur jalan sebesar Rp 90 miliar dan infrastruktur Pasar SCBD Labuha dan Mall Saruma senilai Rp 60 miliar pada tahun 2019.

Butuh waktu kurang lebih empat tahun, Pemkab Halsel untuk melunasi pinjaman tersebut. Tiap tahun, anggaran daerah yang disedot untuk pembayaran utang itu sebesar Rp150 miliar. Buntutnya, kondisi keuangan daerah ngos-ngosan yang membuat kegiatan pembangunan nampak kurang berjalan.

Kini, utang tersebut tinggal Rp40 miliar saja. Nah, berarti kondisi keuangan daerah untuk tahun 2022-2023 mendatang sudah mulai bisa normal kembali.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Halmahera Selatan, Aswin Adam ketika diwawancarai sejumlah wartawan, Kamis (10/03/2022) kemarin, menyampaikan pembayaran pinjaman ke PT SMI setiap tahunnya dilakukan sejak tahun 2019. Dimana pada waktu itu Pemkab Halsel telah membayar bunga pinjamannya dan pokok pinjaman dengan total senilai Rp 9,925 miliar.

Sementara pada tahun 2020 pembayaran bunganya menurun ditambah pokok 34 miliar, total hutang ke SMI yang telah dibayarkan Pemkab Halsel senilai Rp 38,6 miliar lebih.

Lanjut Aswin, untuk tahun 2021 bunga pinjaman lebih kecil dibayarkan senilai Rp 6 miliyar 600 juta ditambah pokok Rp 28 miliyar 964 juta sekian dengan total pengembalian nya Rp 34 miliar lebih. Total keseluruhan yang telah disetor Pemkab Halsel ke PT SMI sejak tahun 2019 hingga tahun 2021 senilai Rp 84,29 miliar lebih,” ungkap Aswin.

Sementara itu, Aswin menyebutkan pengembalian pinjaman PT SMI pada tahun 2022, saat ini sedang berjalan senilai Rp 40 miliar. Disentil kapan utang ke PT SMI lunas ? Aswin menegaskan ditargetkan pada bulan Oktober tahun 2023 pembayaran pinjaman akan dilunasi kurang lebih senilai Rp 40 miliar.

BACA JUGA:  Bareskrim Polri Bekuk 3 Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Akte Perusahaan

Jika telah dilunasinya utang tersebut, maka secara otomatis akan ada selisih lebih Rp 20 miliyar dari total keseluruhan pembayaran bunga dan pokok pinjaman senilai Rp 170 miliar,” jelas Aswin mengakhiri

(zyn)

Reporter

Editor : Myni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.