Daerah  

Timbunan Jembatan ke RSUD Bobong Sia-Sia, Anggota Komisi III DPRD Taliabu Tutup Mulut

TALIABU, MALUT – Target Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang DPUPR Kabupaten Pulau Taliabu, Suprayidno untuk mempercepat perbaikan akses jembatan menuju RSUD Bobong dan Desa Ratahaya yang sudah terputus selama satu pekan kemarin ternyata sia-sia.

Pasalnya, timbunan material tanah yang digunakan untuk menutup longsoran tanah pada oprit jembatan ke RSUD Bobong telah tersapu air setelah sehari ditimbun.

BACA JUGA:  Kapolres Lahat Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Patuh Musi 2023

Sayangnya, kondisi ini tak ditanggapi serius oleh sejumlah komisi yang membidangi ranah tersebut saat dimintai tanggapannya.

Dua anggota Komisi III yang dihubungi via WhatsApp itu masing – masing Vidya Alwi dari partai PPP dan Marleni Hi. Asidu dari partai Gerindra yang merupakan anggota komisi III DPRD Kabupaten Pulau Taliabu.

BACA JUGA:  Prajurit Batalyon Infanteri 642 Bagikan Masker di Pasar Sui Durian Sintang

Saat dimintai tanggapan, politisi dari partai Gerindra yang digadang gadangkan berpeluang besar menggantikan posisi mantan ketua DPC partai Gerindra Taliabu, Muhaimin Syarif itu justru balik menanyakan pekerja proyek tersebut dan setelah dijawab ia langsung bungkam. Sementara politisi dari partai PPP itu tidak memberikan tanggapan.

“Itu kontraktor siapa ya,” jawab Marleni singkat via WhatsApp Sabtu (04/09/2021). Lalu kemudian diam tanpa kata untuk menanggapi pertanyaan selanjutnya yang dilontarkan wartawan.

BACA JUGA:  TMMD 110 Kodim 1711/Boven Digoel Dapat Apresiasi Warga

Terpisah, kepala seksi pemeliharaan jalan dan jembatan Dinas PUPR Kabupaten Pulau Taliabu, Hayat, saat di temui awak media sore tadi mengaku bahwa terkait material tanah yang sudah habis tergerus air pada bagian oprit jembatan itu akan kembali ditimbun pada esok hari.

Dia beralasan, timbunan yang tergerus air itu disebabkan pihak ketiga tidak melaksanakan kerja sesuai arahan yang sesungguhnya, sehingga lubang pada bagian abutmen yang seharusnya ditutupi dengan beton hanya di tutupi material batu dan tanah saja sehingga air dengan mudah membawa keluar seluruh pasir yang baru ditimbun pada salah satu bagian sisi oprit jembatan itu.

BACA JUGA:  Tidak Transparan, LSM Komnas Tipikor Diminta Laporkan Kades Sei Raja

“Sebenarnya itu arahannya beton dulu, tutup bagian abutmen yang masih berlubang baru di timbun seperti oprit yang di sebelahnya, jadi karena yang sebelahnya hanya ditutup dengan timbunan batu makanya begitu hujan, air langsung bawa timbunan kasih hanyut,” ungkap kepala seksi yang baru dilantik beberapa hari kemarin itu.

Ia berjanji, pekerjaan timbunan di jembatan tersebut baru akan dilanjutkan pada esok hari dengan pengawasan ketat sembari menargetkan akan tuntaskan pekerjaan tersebut dalam tempo tiga hari.

“Besok sudah dilanjutkan pekerjaannya, nanti kita juga akan pantau langsung di lokasi,” tutupnya.

BACA JUGA:  Tekan Penyebaran Covid-19, PPKM Terus Diberlakukan

Amatan media ini pada Sabtu (04/09/2021) sore, oprit jembatan yang sehari sebelumnya sudah terisi material tanah itu, kini sudah hilang terbawa air yang diduga akibat hujan beberapa jam kemarin, bahkan longsoran tanah pada oprit jembatan semakin membesar. Disamping itu, pada beberapa bagian jembatan terpantau mulai mengalami kemiringan ke arah selatan (RSUD) dengan bekas patahan mulai tampak di bagian oprit jembatan.

Hal ini diduga kuat, hasil pekerjaan pihak rekanan yang amburadul disebabkan fungsi pengawasan dinas terkait tidak berjalan sebagaimana mestinya. (Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *