Yonif MR 413 Bersama Warga Bersihkan Tempat Wisata Religi Goa Bunda Maria

  • Share

JAYAPURA-PAPUA – Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos Kout KM 31 bersama masyarakat Kampung Sanggaria Distrik Arso Kabupaten Keerom membersihkan tempat wisata religi Goa Bunda Maria yang terletak persis di samping Pos Kout KM 31.

Hal ini disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H., M.Han. dalam konfirmasinya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Jumat (08/01/2021).

BACA JUGA:  Beredar Video Joget di Halaman Isda, Ini Tanggapan Satgas Covid-19 Sula

Dansatgas menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Pos Kout KM 31 bersama warga Kampung Sanggaria merupakan bentuk kepedulian Satgas terhadap lingkungan khususnya tempat wisata religi yang dianggap suci dan sakral.

“Jika lingkungan Kampung saja bisa terjaga kebersihannya, apalagi tempat yang dianggap suci. Untuk itu, Satgas bersama masyarakat melakukan karya bhakti ini guna menjaga kebersihan dan kelestariannya,” ujarnya.

BACA JUGA:  TNI Bantu Perbaikan Mesin Pesawat CASA Milik Papua New Guinea Defence Force

Komandan Pos Kout KM 31 Kapten Inf Hervin Rahadian Jannat mengatakan bahwa tempat wisata religi yang berada di samping Posnya sudah sebelas bulan tutup dan tidak beroperasi.

“Semenjak adanya pandemi Covid-19 di awal tahun 2020, tempat wisata ini tidak dibuka lagi untuk umum. Bahkan pengelolanya pun tidak pernah datang melihat kondisi tempat wisata tersebut,” katanya.

“Namun hati kami tergerak untuk tetap menjaga kebersihan, kelestarian dan sisi religiusnya agar Goa Bunda Maria ini tetap menjadi kebanggaan warga Kabupaten Keerom,” jelas Kapten Hervin.

BACA JUGA:  Untuk Kemajuan, Yanto Eluay Ajak Masyarakat Papua Dukung Otsus

Begitupun masyarakat Kampung Sanggaria Jonathan (32) salah satu warga Kampung Sanggaria yang sudah menganggap Goa Bunda Maria ini sebagai tempat yang suci sehingga dengan keikhlasan hati, mereka pun turut membantu dalam kegiatan karya bhakti tersebut.

“Tempat ini sudah kami anggap sebagai tempat kami sendiri, sehingga tidak menjadi alasan untuk kami tidak membersihkannya walaupun kondisi tempat wisata ini masih tutup,” ucapnya. (Dy)

  • Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *