Pemberontakan Nietzsche dan Ajarannya Untuk Kita

Potret Friedrich Nietzsche (1844-1900) dalam ilustrasi seni garis/Viktor.

Kebebasan bukanlah hak istimewa — ini adalah pilihan. Dan dia membuat pilihan itu setiap hari. Dia menjadi seorang penulis, seorang filsuf dengan penuh gairah, dan roh bebas oleh alam.

Suatu hari, temannya Rilke bertanya kepadanya: “Banyak orang mengira kamu gila. Tidakkah itu mengganggumu? ”

Nietzsche menjawab: “Saat saya masih muda, saya peduli dengan apa yang orang lain pikirkan tentang saya. Tapi akhirnya aku menyadari: hanya ada satu cara untuk menghindari kritik—Tidak melakukan apa-apa, tidak mengatakan apa-apa, tidak menjadi apa-apa, Jadi aku berhenti khawatir. ”

Karena ketika tidak peduli apa yang kamu lakukan atau siapa kamu, seseorang akan selalu menghakimimu. Tetapi kamu bisa memilih: tetap kokoh memilih menjadi diri sendiri — atau menjadi seseorang.

Pilihan ada di tanganmu. (**)

BACA JUGA:  Keterasingan, Pemberontakan Albert Camus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *